Tukar Kawruh-PRODUKTIF DARI RUMAH SELAMA PANDEMI

Tim P2M (Penelitian dan Pengabdian kepada Mayarakat) Pendidikan Biologi FKIP UNS yang diketuai oleh Nurmiyati, S.Pd., M.Si. telah menyelenggarakan Webinar Tukar Kawruh dengan tema “Produktif dari Rumah Selama Pandemi”. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Pengabdian Masyarakat yang berjudul Optimalisasi Lahan Sekitar Rumah Melalui Kebun Toga Eco- friendly, Inovatif dan Kreatif di Kampung Mipitan Mojosongo Surakart. Webinar berlangsung pada Minggu (23/8/2020) pukul 09.00-11.30 WIB melalui aplikasi Zoom Meeting dan siaran langsung di Youtube. Webinar yang dimoderatori oleh Nurmiyati, S.Pd., M.Si. dan menghadirkan dua pembicara yang juga merupakan anggota tim pengabidan Pendidikan Biologi UNS yaitu Dr. Muzzazinah, M.Si dan Joko Ariyanto, M.Si. Webinar ini diikuti oleh ibu-ibu warga Kampung Mipitan, Mojosongo sebagai mitra dalam pengabdian, mahasiswa, dan alumni Pendidikan Biologi UNS.

Pemaparan materi oleh Dr. Muzzazinah, M.Si selaku pembicara pertama menyampaikan mengenai Penanaman Toga (Tanaman Obat Keluarga) yang Eco-Friendly, Inovatif, dan Kreatif. “Mengisi waktu yang luang dengan bercocok tanam, menanam yang ramah lingkungan, kreatif dengan memanfaatkan barang bekas agar ekonomis. Beberapa tanaman yang dapat ditanam dan memiliki banyak manfaat seperti Blimbing wuluh (Averrhoa bilimbi), Cabai merah (Capsicum annuum), Seledri (Apium graveolens), Tomat (Solanum lycopersicum), Pare (Momordica charantia), Sirih (Piper battle), Sirsak (Annona muricata), Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Kencur (Kaemferia galangan), dan berbagai empon-empon lainnya.”

Sementara itu, Joko Ariyanto, M.Si. sebagai pembicara kedua membahas tentang Pembuatan Pupuk (Kompos dan POC) Berbahan Sampah Rumah Tangga. “Sampah rumah tangga yang dapat digunakan untuk membuat kompos seperti sisa makanan, buah, sayur, kepala ikan, kepala udang, dan sisa bahan organic lain. Menurut Rudy Yoga Lesmana (2016), 70% sampah di Kota Surakarta merupakan sampah organic. Selanjutnya Joko Ariyanto, M.Si. menjelaskan proses pembuatan kompos cair melalui video.

Di akhir acara terdapat sharing pengalaman dalam pembuatan kompos dan pengaplikasiannya pada lahan persawahan dan pertanian papaya oleh Bapak Alaninda Saputra, S.Pd., M.Si. yang mengolah limbah urin kelinci untuk pembuatan pupuk organik cair dan insektisida sehingga menghasilkan produk panen beras organik yang kualitasnya bagus dan papaya yang manis. “Kami sangat berharap kegiatan semacam ini tidak berhenti pada sebuah diskusi dan wacana. Tetapi harus ada tindakan nyata untuk mewujudkannya. Dimulai dari lingkungan terdekat yaitu keluarga, semoga upaya ini akan menjadi sebuah gerakan yang masif dan dapat membawa perubahan lingkungan yang lebih baik” -Nurmiyati, Ketua TIM P2M-

Blog Attachment

Leave us a Comment