PKM-GFK: “Indonesia Zero Hunger”-Diversifikasi pangan alternatif dan sekolah petani

Disusun oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret pada kompetisi PKM-GFK Indonesia Zero Hunger 2019

Alfan Rifai (K4318005/2018)

Alysa Nur Chasanah Alam Majid (K4318006/2018)

Wahyu Nugroho (K4318065/2018)

 

Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah. Indonesia yang memiliki segudang kekayaan seharusnya warganya makmur dan sejahtera tetapi kondisi negara saat ini menunjukkan masih banyak warga Indonesia yang jauh dari kesejahteraan, baik segi sandang, papan, maupun pangan. Hal ini terjadi salah satunya karena pemanfaatan sumber daya alam daerah yang belum maksimal, sehingga kesejahteraan di Indonesia belum merata.

Menurut data GFSI ketergantungan pangan di Indonesia masih menduduki peringkat 63 dari 113 negara di dunia. Selain itu data dari BPS menunjukkan bahwa impor pangan nasional meningkat dari tahun ke tahun, akan tetapi menurut GFSI 19 juta penduduk indonesia masih mengalami kelaparan.

Solusi yang dapat diambil oleh warga Indonesia untuk mengatasi permasalahan kelaparan ini adalah diversifikasi konsumsi pangan alternatif. Ketika setiap warga mampu memanfaatkan potensi alam dengan maksimal maka akan tercipta ketahanan pangan nasional karena setiap warga tidak hanya bergantung pada satu bahan makanan pokok saja. Solusi selanjutnya yang dapat diambil oleh pemerintah Indonesia adalah membuat sekolah petani yang mencetak petani muda berkompeten dan langsung dipekerjakan di daerah masing-masing di bawah naungan pemerintah, sehingga kawula muda tidak hanya berfikiran untuk bekerja di kantor saja tetapi juga ikut serta dalam mempertahankan ketahanan pangan nasional.

Leave us a Comment