DOSEN PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI FKIP UNS MENGINOVASI INDIGO POWDER SEBAGAI PEWARNA ALAMI BATIK

PENINGKATAN KUALITAS PEWARNA INDIGO MELALUI INOVASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA PADA UKM TOM BATIK, KULON PROGO

Tim pengabdian masyarakat yang terdiri atas Muzzazainah (P.Biologi), Kristiandi (P.Bahasa Inggris) dan Nurmiyati (P.Biologi) melakukan inovasi terhadap sumber pewarna alami batik di Desa Banaran, Kabupaten Kulon Progo DIY. Kegiatan pengabdian ini bertujuan  memberdayakan usaha kerajinan batik yang menggunakan zat warna alam, khususnya indigo di Kabupaten Kulon Progo Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta melalui (1) peningkatan kualitas zat pewarna alam indigo powder,  (2) introduksi TTG. Metode yang diterapkan menggunakan metode kaji tindak partsipatif, metode diskusi/ FGD melalui pendekatan kultural dan pengembangan kreativitas karyawan.

Kegiatan dimulai dengan pembibitan dan budi daya tanaman Indigofera, pemeliharaan, pemanenan, pembuatan pasta indigo dan pengolahan pasta indigo menjadi indigo powder. Kegiatan yang telah dilakukan meiputi: sosialisasi program kerja, diskusi desain ttg yang akan digunakan,  identifikasi biji dan bibit tanaman Indigofera sebagai sumber pewarna biru, pelatihan pembuatan pasta, dan aplikasi  ttg dalam inovasi pembuatan powder indigo.TTG yang ditetapkan dan digunakan memiliki spec: frame terbuat dari aluminium, dinding aluminium, temperatur terkontrol, pemanas listrik 600 Watt, jumlah rak 4 tingkat, dan ukuran p x l x t=80cm x 70cm x 70cm. Dihasilkan pula prosedur dan komposisi untuk powder indigo.

Langkah-langkah pembenihan biji Indigofera  adalah sebagai berikut :

  1. Disiapkan media dalam polybag, dengan pupuk organik sebagai pupuk dasarnya.
  2. Biji direndam untuk memisahkan biji yang mengapung dan yang mengendap,biji yang digunakan adalah biji yang mengendap,selanjutnya dijemur selama 1 hari.
  3. Langkah ke dua diulangi sekali lagi,kemudian dilakukan penjemuran selama 2 hari.
  4.  Biji yang sudah dijemur 2 hari diangin-anginkan semalam,dan paginya siap untuk disemai.
  5.  Benih yang digunakan sebanyak dua butir untuk satu media tanam.
  6.  Pemupukan selama dalam pesemaian tidak lebih dari 1,5 gram pupuk makro.
  7.  Penyiraman dilakukan sebelum jam enam pagi dan setengah lima pada sore harinya.
  8.  Bibit siap dipindah tanam setelah berumur 30 has

 

 

INDIGO

Blog Attachment

Leave us a Comment